Ikuti Kami

Ketua DPRD Taput Tolak Kenaikan PJP2U di Bandara Silangit

MenurutKetua DPRD Taput kenaikan tarif baru PSC di Bandara Silangit sangat tidak wajar. 

Ketua DPRD Taput Tolak Kenaikan PJP2U di Bandara Silangit
Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Poltak Pakpahan.

Tapanuli Utara, Gesuri.id - Ketua DPRD Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Poltak Pakpahan menolak kenaikan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau Public Service Charge (PSC), yang diterapkan manajemen Bandara Internasional Silangit, Sabtu (1/12).

Politisi PDI Perjuangan segera menyikapi perihal penerapan kenaikan tarif dimaksud dengan mempertanyakannya kepada manajemen pengelola bandara. 

Baca: Masyarakat Tapanuli Utara Sambut Hangat Kiai Ma'ruf

"Kita sangat tidak sepakat dan akan segera mempertanyakan kenaikan tarif PSC di Bandara Silangit. Segera, manejemen pengelola Bandara Silangit akan kita panggil," kata Poltak di Tarutung, Selasa (4/12).

Menurut dia, kenaikan tarif baru PSC di Bandara Silangit sangat tidak wajar. 

"Kenaikan tarif tersebut tentu saja akan sangat membebani penumpang," ujarnya.

Dikatakan, penolakan mereka akan pemberlakuan tarif baru tersebut disebabkan oleh besaran nilai kenaikan yang menurutnya sangat fantastis. 

Dimana, kenaikan tarif langsung diterapkan enam kali lipat, yakni dari Rp10 ribu menjadi Rp60 ribu untuk domestik, serta nilai kenaikan dari Rp100 ribu menjadi Rp180 ribu untuk penerbangan internasional.

Selain karena pemberlakuan kenaikan tarif yang dinilai sangat fantastis, dia juga mengaku akan mempertanyakan tujuan kenaikan tarif PSC tersebut. 

"Artinya mau dibuat kemana lagi dana kenaikan PSC itu," imbuhnya.

Harapnya, melalui agenda rapat dengar pendapat yang akan digelar pihaknya, nantinya, pemberlakuan kenaikan tarif baru PSC dapat ditinjau kembali.

Baca: Pemda Diminta Dukung Program Strategis Nasional

Sebelumnya, Executive General Manager Bandara Internasional Silangit, Mohamad Hendra Irawan mengatakan, pemberlakuan kenaikan tarif PSC Bandara Silangit bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bandara. 

Disebutkan, penetapan besaran kenaikan tarif PSC bukan ditentukan oleh Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Bandara Silangit, melainkan ditetapkan oleh pemerintah.

Quote