Ikuti Kami

Pemilihan Sekda Provinsi Maluku Hak Prerogratif Gubernur

Calon Sekda tidak perlu melalui mekanisme seleksi menggantikan Hamin Bin Thahir yang akan pensiun pada Agustus 2019.

Pemilihan Sekda Provinsi Maluku Hak Prerogratif Gubernur
Gubernur Maluku Murad Ismail.

Ambon, Gesuri.id - Gubernur Maluku Murad Ismail menyatakan calon Sekda tidak perlu melalui mekanisme seleksi menggantikan Hamin Bin Thahir yang akan pensiun pada Agustus 2019.

"Pengisian formasi Sekda itu tidak perlu diseleksi karena itu hak prerogatif Gubernur," katanya dikonfirmasi terkait Hamin Bin Thahir yang akan pensiun pada Agustus 2019, Kamis (13/6).

Baca: Murad Jamin Stok Sembako di Maluku Aman

Murad yang dilantik menjadi Gubernur Maluku dan Wagub Barnabas Ornom oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta pada 24 April 2019 itu mengatakan, Sekda yang menggantikan Hamin itu tinggal dia tunjuk saja. "Siapa pejabat pimpinan tinggi pratama yang akan menggantikan Hamin itu tinggal saya tunjuk karena merupakan hak prerogatif Gubernur," ujarnya.

Gubernur telah memiliki nama pejabat tinggi pratama yang akan menjadi Sekda Maluku, hanya saja belum bersedia menyampaikan identitasnya. "Nanti sajalah karena pengangkatan Sekda Maluku tidak perlu seleksi, itu adalah hak prerogatif seorang Gubernur, makanya tinggal ditunjuk," katanya.

Karena itu, dia mengingatkan, pengganti Sekda tidak perlu dipermasalahkan karena dalam kapasitas sebagai Gubernur yang memiliki kepentingan dengan formasi strategis tersebut saja bersikap tenang. "Jadi tidak perlu dipermasalahkan karena Gubernur dengan hak prerogatif tinggal menunjuk tanpa proses seleksi," kata Gubernur.

Dia mengemukakan yang terpenting saat ini adalah dukungan semua komponen bangsa di Maluku untuk merealisasikan visinya bersama Waghub Barnabas yang disampaikan saat tahapan kampanye Pilkada Maluku pada 27 Juni 2018 adalah "Maluku yang terkelola secara jujur bersih dan terlayani. Terjamin dalam kesejahteraan dan berdaulat atas gugusan kepulauan".

Baca: Murad Minta Dukungan Ketua Fraksi DPRD Maluku

Misinya,birokrasi yang akomodatif, komunikatif, koordinatif, kalaboratif serta bersih dan melayani, penyelenggaraan pendidikan berkualitas dan gratis berbasis gugus pulau, industrialisasi sumber daya alam dan manusia, pengembangan infrasruktur untuk koneksitas gugus pulau serta optimalisasi industri pertanian dan perikanan.

Selain itu, keamanan untuk investasi dan pariwisata, pengembangan pemuda kreatif dan olahraga berprestasi, pengembangan dan revitalisasi budaya Maluku serta jaminan layanan kesehatan merata, berkualitas dan gratis. "Komitmen kami mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan 1,8 juta jiwa penduduk Maluku yang tersebar di 1.340 buah pulau," kata Gubernur.

Quote