Ikuti Kami

Hamka Minta Masyarakat Jangan Galau Pilih Jokowi

Penegasan ini menyusul pernyataan RS yang mengimbau memilih calon presiden dan calon legislatis yang berasal dari partai penista agama.

Hamka Minta Masyarakat Jangan Galau Pilih Jokowi
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Keagamaan, Hamka Haq.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Keagamaan, Hamka Haq mengatakan tak perlu merasa risau dengan ucapan Rizieq Shihab yang mengatakan haram memilih calon presiden dan calon legislatis yang berasal dari partai penista agama.

Dia menyebutkan, umat Islam pentolan FPI itu tak seberapa banyak dengan umat Islam yang mendukung paslon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Baca: Ini Alasan PDI Perjuangan Tidak Dukung Perda Syariah

"Umat Islamnya RS hanya alumni 212. Itu tidak seberapa dibanding warga NU dan Muhammadiyah yang dukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Jadi tidak perlu dirisaukan," ujar Hamka Haq di Jakarta, Minggu (2/12).

Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini yakin jika masyarakat saat ini sudah lebih cerdas dan tidak mudah dihasut dengan ajakan-ajakan seperti yang diucapkan Rizieq Shihab. 

Masyarakat Indonesia, menurut Hamka Haq, sekarang ini terlihat sangat jelas ingin memilih pemimpin yang sudah terbukti kerjanya nyata untuk membangun masa depan bangsa.

"Rakyat sekarang sudah cerdas, tidak mudah dihasut lagi, mereka lebih condong ke siapa yang terbukti berbuat untuk kesejahtraan rakyat, membangun infrastruktur untuk masa depan bangsa," ucapnya.

Sebelumnya, melalui rekaman ceramah yang diputar di acara Reuni Aksi 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/12), Rizieq Shibab dengan tegas menyatakan haram memilih capres dan caleg yang berasal dari partai penitista agama dan tukang kriminalisasi ulama. Dia juga mengimbau agar 2019 mendatang wajib hukumnya untuk memilih paslon capres dan cawapres hasil Itjma Ulama.

Baca: NA Dukung Penuh AGH Ambo Dalle Jadi Pahlawan Nasional

"Oleh karenanya, kami nyatakan tanpa sedikit keraguan, pada saat ini pada detik ini di acara Reuni Akbar Mujahid 212 bahwasanya, di Pilpres dan Pileg 2019, haram kita memilih capres dan caleg yang diusung partai-partai pendukung penista agama. Sekali lagi haram kita memilih capres dan caleg yang diusung partai-partai pendukung penista agama," seru Rizieq

"Ayo kita pilih capres cawapres hasil ijtimak ulama, ayo kita pilih capres dan cawapres hasil ijtimak ulama," lanjutnya.

Quote