Ikuti Kami

Jokowi Tak Gentar Terhadap Posko Prabowo di Solo

Posko itu terletak tak jauh dari rumah Jokowi di Jalan Letjen Suprapto No 53A Sumber, Solo.

Jokowi Tak Gentar Terhadap Posko Prabowo di Solo
Ilustrasi. Presiden Jokowi saat meninjau layanan Online Single System di PTSP BKPM, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Jakarta, Gesuri.id - Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak terganggu dengan kabar keberadaan Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi di Kota Solo, Jawa Tengah. Posko itu terletak tak jauh dari rumahnya di Jalan Letjen Suprapto No 53A Sumber, Solo.

Baca: Markas PS Dekat Rumah Jokowi, Banteng Bangun Tanduk Keluar

Capres yang didukung 9 partai politik itu mengaku tak khawatir bila posko itu sengaja didirikan untuk menggerus suara Jokowi-Ma'ruf di basisnya. Sebab, Jokowi menilai suara pemilihnya tak akan mudah berpaling, apalagi sampai menggerus kekuatannya di Solo. 

"Tidak apa, tidak semudah itu menggerus. Tidak apa dekat rumah saya, tidak apa. Saya kira orang Solo juga baik-baik, tidak apa," ujar Jokowi di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Senin (14/1). 

Sebelumnya, hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko. Ia juga mengaku tak khawatir dengan keberadaan posko tersebut. 

"Yang di Solo itu, ya, tidak takut, cuma ganggu pemandangan saja," kata mantan Panglima TNI itu, akhir pekan lalu. 

Sementara itu, Juru Bicara TKN Ahmad Basarah juga telah merespon keberadaan posko Prabowo-Sandi  jauh sebelum bangunan itu diresmikan. Basarah menegaskan bahwa pihaknya tak akan terpengaruh apalagi terkecoh dengan pemindahan posko tersebut. 

Menurut dia, pemindahan markas itu hanya strategi psychological warfare atau perang urat syaraf yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi.

"Sebenarnya tidak mengandung perbedaan signifikan dengan posko mereka di daerah lain," ujar Basarah, awal bulan lalu.

Baca: Pos Kubu PS Batal Pindah ke Solo Karena Kepalang Takut

Basarah melanjutkan, dalam sejarah pertarungan politik elektoral di Indonesia, Jateng memang tercatat sebagai kandang banteng yang tidak pernah kalah sepanjang sejarah pemilu.  Secara sosiologi-politik, Jateng juga menjadi basis nasionalis Sukarnois dan Nahdliyin, yang diklaim merepresentasikan simbol nasionalis religius antara Jokowi-Ma'ruf.

"Sehingga kami tidak terlalu khawatir dan yakin basis pemilih kami di Jateng tetap aman," ucapnya.

Quote