Ikuti Kami

Kiai Ma'ruf: Status Ulama Sudah Melekat, Susah Dilepaskan

Kiai Ma'ruf: Waaaa... ulama kok dilepas. Itu mah nggak bisa, nempel aja itu mah, gimana sih...

Kiai Ma'ruf: Status Ulama Sudah Melekat, Susah Dilepaskan
Kiai Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).

Jakarta, Gesuri.id - Pengamat politik dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Hendri B Satrio meminta Ma'ruf Amin melepas 'jubahnya' sebagai ulama saat menghadapi Sandiaga Uno dalam debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 pada hari Minggu (17/3) mendatang. 

Baca: Kiai Ma'ruf Kutuk Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru

Mendengar hal tersebut, Ma'ruf Amin pun meresponnya dengan santai. Menurutnya, status ulama itu sudah melekat dan susah untuk dilepaskan, sama halnya dengan label politisi atau pengusaha.

"Waaaa... ulama kok dilepas. Itu mah nggak bisa, nempel aja itu mah, gimana sih. Jadi yang pengusaha nggak bisa juga, politisi nempel juga, ulama nempel juga. Apanya yang dilepas. Gimana sih?!" ungkap Ma'ruf Amin di kediamannya, Jalan Situbondo nomor 12, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/3).

Senada dengan Ma'ruf Amin, Ketua tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menilai lebel ulama yang ada pada jagoannya itu sudah sangat melekat, sehingga hal tersebut bukan perkara mudah untuk dilepaskan.

"Ya bingung juga lho kalau abah (Ma'ruf Amin) musti lepas kiai hajinya, profesor doktornya, ya itu kan melekat. Saya rasa kita lihat saja di debat," ujar Erick di kediaman Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, dalam sebuah acara diskusi di bilangan gambir, pengamat politik dari Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) Hendri B Satrio meminta Ma'ruf Amin melepas 'jubahnya' sebagai ulama saat menghadapi Sandiaga Uno dalam debat ketiga nanti.

Menurutnya, akan lebih baik jika Ma'ruf memosisikan dirinya sebagai cawapres saja tanpa embel-embel sebagai ulama. Dia khawatir, kondisi itu tak akan berimbang saat Ma'ruf Amin berhadapan dengan cawapres nomor urut 02.

Baca: Kiai Ma'ruf: OTT Romy Tidak Ada Hubungannya dengan Pilpres

"Yang mau kita saksikan adalah Kiai Ma'ruf masih mengguankan 'jaket' ulama, dia masih jadi Ketua MUI. Kalau sepengatahuan saya itu ulama enggak boleh didebat, ulama ini levelnya di atas kita, ini guru kita," ujar Hendri dalam sebuah diskusi di Jalan Ir. H. Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).

"Apapun yang dilakukan Bang Sandi itu akan salah. Kalau Sandi mendesak, 'wah, Sandiaga Uno mendesak ulama'. Kalau Sandi menyampaikan pertanyaan yang berat 'Sandiaga Uno berniat untuk mempermalukan ulama'," tambahnya.

Quote