Ikuti Kami

Masinton: Agum Gumelar Menyampaikan Fakta Sejarah

Fakta sejarah dari hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 1998 lalu.

Masinton: Agum Gumelar Menyampaikan Fakta Sejarah
Politisi PDI Perjuangan yang juga aktivis 1998, Masinton Pasaribu.

Jakarta, Gesuri.id - Politisi PDI Perjuangan yang juga aktivis 1998, Masinton Pasaribu menegaskan apa yang disampaikan mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar soal pemecatan Prabowo Subianto dari kemiliteran adalah fakta sejarah dari hasil sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) pada 1998 lalu.

Apalagi, saat itu Agum Gumelar merupakan perwira tinggi berpangkat Letnan Jenderal yang merupakan bagian dari DKP yang menyidangkan pelanggaran Prabowo.

"Yang Pak Agum sampaikan adalah fakta sejarah tentang keterlibatan Prabowo melakukan penculikan dan pelanggaran HAM," tegas Masinton, baru-baru ini. 

Untuk itu, lanjut Masinton, tidak ada yang salah dari kesaksian Agum Gumelar dalam video viral pemecatan Prabowo dari kemiliteran. Oleh sebab itu, Masinton menyarankan pada kubu Prabowo untuk tidak reaksioner menanggapi fakta yang disampaikan Agum Gumelar.

"Kubu sebelah tidak peru reaksioner menangggapi fakta yang disampaikan oleh Pak Agum. Bantahlah fakta dengan fakta, data dengan data," ujar mantan aktivis Famred itu.

Seperti diketahui, belum lama ini viral video Agum Gumelar yang memaparkan pemecatan Prabowo Subianto dari militer. Pengunggah video itu salah satunya adalah akun penggiat sosial media, Ulin Ni'am Yusron. 

Dalam video berdurasi 9 menit itu,  Agum menjelaskan tentang dirinya yang pernah menjadi anggota DKP. Pada saat itu, DKP turut memeriksa dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Prabowo Subianto.

Agum mengatakan, DKP menegaskan Prabowo telah melakukan pelanggaran HAM berat dan memutuskan pemecatannya. Agum pun mengungkapkan, salah satu anggota DKP lainnya saat itu adalah Susilo Bambang Yudhoyono.

Quote