Ikuti Kami

Steven Setiabudi Terus Berjuang Majukan Budaya Betawi

Semua hotel di Jakarta wajib untuk memasang atribut atau ornamen ondel ondel serta menjual bir Pletok.

Steven Setiabudi Terus Berjuang Majukan Budaya Betawi
Steven Setiabudi (tengah) sosialisasi di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara,

Jakarta, Gesuri.id - Saat ini tengah dilakukan sosialisasi peraturan daerah (perda) nomor 4 tahun 2015 tentang pelestarian budaya betawi, yang melibatkan para pakar dan anggota DPRD DKI Jakarta.

Baca: Steven Ingatkan Anies Tidak Menahan Dana untuk Masyarakat

Dari sosialisasi yang dilakukan Rabu (28/11) sore lalu di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, ada penegasan jika semua hotel di kawasan Jakarta diwajibkan memiliki Ondel ondel dan Bir Pletok.

Semua hotel di Jakarta wajib untuk memasang atribut atau ornamen ondel ondel serta menjual bir Pletok. Bila tidak dilakukan, akan mendapatkan teguran bahkan sanksi dari pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Junaidi MPd dari Ikatan Keluarga Betawi (Ikaba) saat menjadi pembicara pada sosialisasi peraturan daerah (perda) no.4 tahun 2015 tentang pelestarian kebudayaan Betawi tersebut di di Kelurahan Sungai Bambu, Kecamatan Tanjung Priok,  Jakarta Utara.

Baca: Steven Perjuangkan Pemangkasan Syarat Urus BPJS, KJP dan KJL

Dalam sosialisasi perda yang diikuti ratusan peserta dan dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta Steven Setiabudi Musa dari PDI Perjuangan, Junaidi mengatakan, karena ini sudah menjadi perda dan telah ditandatangani Gubernur sehingga tidak boleh tidak harus dituruti oleh semua  hotel yang ada di Jakarta ini."Perda dimaksudkan agar budaya Betawi di kenal semua orang yang datang di Jakarta. Yang kami tau sesuai data setiap hari ada 500 orang menginap di hotel," ujarnya.

Namun, lanjut Junaidi, orang jangan salah menilai soal perda yang mewajibkan menjual bir pletok. "Bir pletok ini bukan dibuat dari alkohol seperti bir-bir lainnya yang sering kita lihat. Tapi bir pletok  ini adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi dan serei. Ada juga tambahan cabe supaya terasa lebih pedes," ujarnya seraya menambahkan minuman tradisional ini dikenal dikalangan etnis Betawi, " tandasnya.

Junaidi juga sangat menyayangkan, saat ini ondel ondel dibuat untuk ngamen di jalan. Padahal itu dilarang karena ondel ondel adalah merupakan kesenian khas betawi yang  dibanggakan warga masyarakat betawi.

Dengan adanya perda Betawi ini,  Junaidi sangat senang dan bangga. Dia menyebut sudah hampir 72 baru ada perda betawi di DKI. "Ini tidak lepas dari perjuangan para anggota DPRD termasuk di dalamnya ada bapak Steven Setiabudi Musa. Kita bangga di wilayah ini ada bapak Steven yang berjuang bersama teman-teman memperjuangkan perda betawi yang sudah lebih dari 70 lebih baru lahir di Jakarta."

Steven Setiabudi Musa yang berasal dari PDI Perjuangan mengatakan, dirinya sangat konsen dan terus berjuang memajukan budaya betawi. "Saya pernah buat pementasan tribute H Banyamin Sueb. Tokoh betawi yang begitu dikenal dan mendunia, " ujar Steven yang kembali mencalonkan diri sebagai caleg dari dapil 3 yang meliputi kecamatan Tanjung priok, kecamatan pademangan dan penjaringan. 

Menurut Steven, pelaksanaan sosialisasi ini dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD Provinsi. Hingga saat ini sudah 13 perda ditelorkan sejak 2015 lalu.

Pada Jumat (30/11) siang dilakukan sosialisasi serupa di Kelurahan Kampung  Bahari, Tanjung Priok.

Quote