Ikuti Kami

TKN Ubah Taktik Kampanye dari Defensif Jadi Ofensif

Taktik ini kata Erick diperlukan, mengingat pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf selalu diterpa isu-isu negatif.

TKN Ubah Taktik Kampanye dari Defensif Jadi Ofensif
Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir. Foto: Gesuri.id/ Gabriella Thesa Widiari.

Jakarta, Gesuri.id - Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir akan memulai taktik ‘menyerang’ dalam masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Taktik ini kata Erick diperlukan, mengingat pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf selalu diterpa isu-isu negatif.

Baca: Erick ke Sandi: Saya Ingin Belajar Bangun Usaha Tanpa Utang

"Kita sudah diserang bahkan ada kampanye PKI segala, jadi mau tidak mau kita harus ofensif sekarang," ungkap Erick kepada wartawan di Ballroom Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (13/12).

Erick menuturkan selama TKN selalu menunjukan sikap bertahan dengan berbagai serangan-serangan yang diarahkan kepada mereka. Seperti diketahui, selama masa kampanye, sudah ada beberapa laporan yang dialamatkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk menyudutkan paslon petahana.

"Selama ini kita lihat kita terus yang dilaporin terus. Sudah gitu mending yang dilaporin benar, yang dilaporin kebanyakan yang disalah-salahin. Sekarang kita bersama-sana solditas, yang tadinya kita defensif," ujar Erick.

Oleh karenanya, dia mempersiapkan TKN dan TKD untuk lebih merapatkan barisan dan menguatkan benteng pertahanan. Dia berhadap seluruh timses bisa semakin solid.

Dia lantas mencontohkan prihal kasus e-KTP yang tercecer di daerah Jakarta Timur yang diduga sengaja dilakukan oleh TKN untuk mencurangi proses demokrasi.

"Sama juga sekarang isu e-KTP kita dipojokin, lho kan yang namanya isu e-KTP kita sudah jelaskan, biarkan pihak kepolisian yang urus, tidak ada hubungannnya dengan TKN. Kenapa kok selalu dijuruskan ini selalu TKN?" ucapnya.

"Makanya statemen saya jelas, bahwa e-KTP harus diusut tuntas, kenapa? Karena nanti kalau Jokowi menang, presiden kita menang disangka curang lagi, kita harus solid menjaga itu," tambahnya.

Baca: Usung #IndonesiaMaju, Erick: Pemilu Bukan Ajang Perseteruan

Lebih lanjut, pemilik sejumlah klub olagraga ini mengatakan, timnya bukan tak ingin menuruti anjuran Jokowi untuk selalu bersabar. Tapi menurutnya, ini menjadi momen tepat untuk mulai bergerak.

"Kita juga sama, sabar. Tapi sekarang bergerak. Karena apa, semua buktinya, faktanya ada, jangan sampai nanti kita dianggap melakukan hal-hal yang enggak baik," pungkasnya.

Quote