Ikuti Kami

Komunitas Lintas Agama Berziarah ke Makam Bung Karno

Pengelola Kawasan Wisata MBK mengundang perwakilan komunitas lima agama untuk berdoa bersama dalam rangka Haul ke-49 Bung Karno. 

Komunitas Lintas Agama Berziarah ke Makam Bung Karno
Ilustrasi Makam Bung Karno. Foto: pergimulu.com.

Blitar, Gesuri.id - Kepala Bidang Pengelola Kawasan Wisata Makam Bung Karno (MBK) Heru Santoso mengundang perwakilan komunitas lima agama untuk berdoa bersama dalam rangka Haul ke-49 Bung Karno. 

Masing-masing perwakilan akan mengirimkan 25 anggotanya. Secara bergantian, mereka memanjatkan doa bagi Presiden pertama RI ini. Juga berdoa bagi kedamaian dan keselamatan Bangsa Indonesia. 

Baca: Tahukah Anda Mengapa Makam Bung Karno Jadi Wisata Populer?

“Bung Karno mempersatukan semua umat beragama dalam satu doa. Dalam Haul ke-49 ini dan setiap tahun di acara haul Bung Karno, kami agendakan doa lintas agama ini," kata Heru Santoso, di Blitar Kamis (20/6).

Tampak tepat di depan pintu gerbang MBK, di bawah tenda, umat Kristen memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia. Di sisi lain, sedang menunggu komunitas Katolik yang juga akan memanjatkan doa bagi Sang Proklamator tercinta. 

Masih di area pusara MBK, Wayan Supadmi memegang sekuntum bunga di depan pusara. Sambil memejamkan mata, warga Gianyar Bali ini khusyuk memanjatkan doa bagi pendiri bangsa tersebut. Sementara di sampingnya, bergema tahlil jemaah muslim yang dilakukan komunitas Islam di Blitar. 

Selain dihadiri oleh perwakilan komunitas lima agama dan masyarakat Blitar, tampak dua WN Australia sengaja datang dan berziarah ke pusara Bung Karno. Mereka juga membawa bunga dan menaburkan di pusara Soekarno. 

Baca: 21 Juni: Bung Karno Wafat, Jokowi Lahir

Adalah Oliver dan Cheraine, dua WN Australia yang ikut larut dalam suasana khusuk memanjatkan doa. Bagi guru di sekolah internasional di Surabaya ini, sosok Soekarno sangat heroik dan mengajarkan nasionalisme bagi generasi sebuah bangsa. 

"Soekarno sosok yang penting bagi kemerdekaan Indonesia. Dia juga pemimpin yang mendukung demokrasi di dunia. Bagi saya, Soekarno tak hanya milik bangsa Indonesia, tapi juga milik dunia," pungkasnya.

Quote