Kepeloporan Megawati Dalam Dunia Global: Kedaulatan Bangsa, Ekologi, dan Solidaritas Kemanusiaan

Oleh: Shohibul Kafi, S. Fil., Kader Muda PDI Perjuangan
Minggu, 11 Januari 2026 12:30 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Dewasa ini dunia Kembali mencatat fenomena anomali besar, dimana sebuah kemajuan peradaban materi melaju teramat pesat, namun teramat disayangkan berfondasi pada moral yang justru rapuh. Kita hidup di era dimana kedaulatan bangsa bangsa sering kali tunduk pada kepentingan pasar global, dan ketegangan geopolitik Kembali menghidupkan aroma perang dingin yang akan mengancam perdamaian dunia-dunia.

Beranjak dari latar belakang tersebut, selaras dengan pernyataan publik seorang Megawati Soekarnoputri dalam acara Rakernas Partai PDI Perjuangan 10 januari 2026, seorang sosok pemimpin yang sangat ideoogis serta senantiasa mampu menawarkan Kompas peradaban bagi dunia yang gamang maupun perang.

Indonesia melalui pengalaman kolonialisme dan imprealisme, memiliki posisi epik untuk menyuarakan nilai sebuah bangsa negara dunia ketiga yang kerap dipinggirkan.
Megawati, sebagai anak kandung biologis dan ideologis Bung Karno yang lebih banyak dan Panjang dalam melewati ujian demokrasi, ujian konstitusi, baik dalam panggung nasional dan internasional, mampu merasakan dan melihat benang merah yang terputus antara cita-cita kemerdekaan dunia dengan realitas pragmatisme hari ini.

Beliau menyadari tanpa adanya konsistensi pada sebuah nilai kedaulatan dan kemanusiaan, dunia hanya akan kembali menjadi panggung bagi kekuatan besar untuk saling memangsa bak dijaman kolonial.

Lebih dari sekedar isu politik, krisis ekologi yang kian nyata menjadi latar belakang mendesak mengapa kepeloporan Megawati menjadi sangat relevan dan dibutuhkan oleh negara kita Indonesia dan negara dunia hari ini.

Baca juga :