Tiga Stanza, Satu Keberpihakan

Oleh: Eri Irawan, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.
Minggu, 11 Januari 2026 05:32 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Tidak banyak orang tahu bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya dibuat pertama kali sebagai lagu dengan tiga stanza, tiga pengelompokan baris-baris lirikstanza bisa dikatakan semacam paragraf dalam prosa. Indonesia Raya tiga stanza adalah versi yang dibawakan sang pencipta, W.R Supratman, di Kongres Pemuda pada 28 Oktober 1928, Surat kabar Sin Po membantu lagu ini kian popular dengan mendistribusikan 5.000 pamflet lirik Indonesia Raya.

Indonesia Raya tiga stanza pertama kali direkam berkat jasa saudagar keturunan Tionghoa, Yo Kim Tjan. Namun, karena durasi dan liriknya panjang, yang kini banyak dikenal dan dinyanyikan adalah bait stanza pertama.

Tahun ini, Indonesia Raya tiga stanza turut menjadi ilham bagi PDI Perjuangan yang sedang merayakan ulang tahun ke-53 pada 10 Januari 2026. Tak banyak partai politik di Indonesia yang bisa melewati usia setengah abad. PDI Perjuangan adalah satu dari yang sedikit itu.

Baja memang keras, tapi dunia politik di Indonesia lebih keras lagi. Dan PDI Perjuangan berhasil mengarungi gelombang sejarah yang kasar lagi brutal: penyerangan kantor, stigma, kekerasan negara, kooptasi kekuasaan, hingga godaan pragmatism politik.

Baca:GanjarPranowo Tegaskan PDI Perjuangan Tak Bisa Didikte

Baca juga :