53 Tahun PDI Perjuangan, Aria Bima: Tumbuh dari Pengorbanan dan Kerja Panjang Bersama Rakyat

Aria: Partai ini hidup melalui denyut kehidupan rakyat, melalui keberanian melawan ketidakadilan, serta keyakinan.
Minggu, 11 Januari 2026 12:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi ll DPR RI sekaligus tokoh senior PDI Perjuangan, Aria Bima, menegaskan bahwa perjalanan PDI Perjuangan selama 53 tahun merupakan hasil dari sejarah pengorbanan dan kerja panjang yang tidak pernah terpisah dari rakyat.

Hal tersebut disampaikannya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan, yang menjadi momentum refleksi atas komitmen ideologis partai dalam memperjuangkan keadilan dan demokrasi.

Merdeka, saya Aria Bima, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-53 kepada PDI Perjuangan. PDI Perjuangan tumbuh dari sejarah pengorbanan dan kerja panjang bersama rakyat. Partai ini hidup melalui denyut kehidupan rakyat, melalui keberanian melawan ketiadilan, serta melalui keyakinan bahwa politik dijalankan dengan nurani, dengan keteguhan sikap dan tanggung jawab moral. Tema Satya Eva Jayate, disanalah aku berdiri untuk selama-lamanya. Berbicara tentang sikap yang dijaga dalam waktu yang panjang. Tergayu PDI Perjuangan ke-53. Tergayu untuk kita semua, Satyam Eva Jayate. Merdeka!, kata Aria Bima, dikutip pada Sabtu (10/1/2026).

Aria Bima menjelaskan, tema Satyam Eva Jayate yang diusung pada peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan memiliki makna kesetiaan pada kebenaran yang harus dijaga secara konsisten dalam perjalanan waktu. Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh kader agar tetap teguh pada nilai ideologis partai, meskipun tantangan politik terus berubah.

Ia menilai, PDI Perjuangan sejak awal berdiri telah menempatkan rakyat sebagai sumber kekuatan utama. Partai tidak hanya hadir dalam kontestasi elektoral, tetapi juga menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui kerja-kerja kerakyatan, pembelaan terhadap kelompok lemah, serta keberanian bersikap di tengah berbagai tekanan kekuasaan.

Baca juga :