Aria Bima Persilahkan Kader yang Tak Miliki Ikatan Pikiran & Hati dengan Bung Karno Untuk Keluar

Sosok Ir. Soekarno sudah tidak ada, tapi pikirannya masih hidup sampai sekarang, dan mengikat kita di sini.
Rabu, 12 Agustus 2026 14:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Solo, Aria Bima, mempersilakan kader yang merasa tidak memiliki ikatan pikiran dan hati dengan Ir. Soekarno untuk meninggalkan partai. Menurutnya, PDI Perjuangan tidak keberatan kehilangan kader yang tidak memiliki ikatan ideologis dengan Bung Karno.

Sosok Ir. Soekarno sudah tidak ada, tapi pikirannya masih hidup sampai sekarang, dan mengikat kita di sini. Kalau yang tidak merasa terikat keluar sana enggak usah masuk PDI Perjuangan. Kita enggak keberatan kehilangan kader-kader yang memang tidak punya ikatan pikiran, ujar dia.

Pernyataan tersebut disampaikan Aria Bima saat memimpin Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Mojosongo, Sabtu (8/8/2026) malam. Ia meminta jajaran pengurus ranting hingga anak ranting bersungguh-sungguh melanjutkan tugas ideologis yang telah dijalankan para sesepuh dan senior partai dari generasi ke generasi.

Kita ingin semua pengurus ranting dalam Musran ini bukan hanya urusan jabatan, bagaimana rumah perjuangan yang paling depan ini, yang langsung dekat dengan rakyat ini, di Surakarta ini, yang sudah dibangun oleh para sesepuh, yang terus dari lintas generasi, banteng ini tetap hidup. Musran ini adalah melanjutkan tugas ideologis dan tugas dari para senior maupun sesepuh yang telah mengabdikan diri kepada partai, urai dia.

Aria Bima juga menegaskan tidak boleh ada sikap mengkultuskan satu atau dua orang di tubuh PDI Perjuangan. Menurutnya, keberadaan partai tidak bergantung pada sosok tertentu, melainkan pada rakyat serta seluruh jajaran pengurus partai.

Baca juga :