Jakarta, Gesuri.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, membeberkan alasan dan filosofi lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme diputar dalam agenda-agenda internal partai.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya pelurusan sejarah dan konsolidasi ideologi, setelah PDI Perjuangan sempat mengalami keterputusan sejarah pada masa Orde Baru.
Hasto mengungkapkan bahwa Kepala Situation Room PDI Perjuangan, M.Prananda Prabowo, mengambil peran sentral dalam menghadirkan kembali lagu tersebut dengan aransemen baru. Kehadiran lagu ini bertujuan untuk menghapus stigma negatif yang selama ini sengaja dilekatkan pada istilah Marhaen.
Baca:GanjarPranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN