Jakarta, Gesuri.id- Dinamika politik Indonesia pada era Orde Baru diwarnai oleh ketegangan tinggi antara rezim penguasa dan tokoh-tokoh oposisi. Salah satu dinamika yang paling menonjol adalah kekhawatiran penguasa terhadap munculnya putri Proklamator, Megawati Soekarnoputri, di panggung politik nasional.
Politikus PDI Perjuangan, Dr. Ribka Tjiptaning, mengungkapkan bahwa pada masa-masa krusial tersebut beredar kencang rumor mengenai adanya operasi yang bertujuan untuk menyingkirkan Megawati secara fisik maupun politik.
Ia menilai Presiden Soeharto kala itu merasa sangat terganggu dengan kehadiran Megawati. Hal ini tidak terlepas dari kebijakan sistematis rezim Orde Baru yang berupaya mengikis pengaruh Bung Karno di tengah masyarakat melalui gerakan desoekarnoisasi.
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Sejak Soeharto berkuasa, ada istilah desoekarnoisasi. Tidak bolehlah ada ajaran tentang Bung Karno, jangankan ajarannya, menyebut nama Soekarno saja tidak boleh, sangat haram, ujar Ribka Tjiptaning kepada Moncong Putih.