Jakarta, Gesuri.id -Memasuki kompleks Taman Makam Bung Hatta di Tanah Kusir pada hari ini, Rabu (12/8), suasana tidak terasa seperti peziarahan biasa. Ada denyut nadi sejarah yang kembali dihidupkan. Tepat pada peringatan hari lahir ke-124 sang Proklamator, sebuah pameran historis bertajuk Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia resmi dibuka untuk publik.
Pameran yang diinisiasi oleh Yayasan Hatta berkolaborasi dengan komunitas Dwitunggal ini bukan sekadar perayaan seremonial. Mengingat kembali bulan Agustus 1945, langkah menuju kemerdekaan dipenuhi oleh lobi-lobi tajam, manajemen krisis yang menguras tenaga, serta etika komunikasi politik tingkat tinggi dari para pendiri bangsa. Nilai-nilai inilah yang berusaha ditransmisikan kembali kepada generasi hari ini.
Menelusuri Arsip, Membaca Keteladanan
Pameran ini menampilkan ilustrasi ikonik momen perumusan naskah proklamasisebuah representasi visual dari konsensus dan dialog yang bermartabat.
Pengunjung yang hadir diajak untuk menyusuri lorong waktu melalui:
Pameran Arsip Buku dan Surat Kabar: Menyajikan bukti otentik bagaimana wacana kemerdekaan dikonstruksi dan disebarluaskan ke publik di tengah sensor ketat militer Jepang.