Jakarta, Gesuri.id Tokoh PDI Perjuangan Jakarta William Yani yang juga pernah menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur tersebut menilai kekuatan utama PDI pada masa menghadapi tekanan Orde Baru terletak pada loyalitas kader akar rumput yang tetap bertahan meski menghadapi berbagai bentuk intimidasi.
Sebagai saksi Peristiwa Kudatuli 1996, William mengatakan sebagian besar kader yang menjaga kantor partai berasal dari masyarakat biasa dengan tingkat pendidikan yang beragam. Namun mereka memiliki keberanian dan kesetiaan yang tinggi terhadap perjuangan partai.
Waktu itu yang bertahan bukan orang-orang yang mencari jabatan. Mereka bertahan karena loyalitas kepada perjuangan dan kepada Ibu Megawati, ujar William dalam Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang digelar PAC PDI Perjuangan Ciracas di Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Menurutnya, intimidasi terhadap kader PDI terjadi hampir setiap hari. Setiap rapat partai diawasi aparat intelijen, sementara kegiatan kampanye kerap diwarnai perusakan kendaraan hingga ancaman fisik.
Kalau rapat besar pasti ada intel yang masuk. Kampanye juga sering diintimidasi. Kaca mobil dipecahkan, ban dikempiskan, itu sudah menjadi hal biasa saat itu, katanya.