Jakarta, Gesuri.id — DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo terus memperkuat konsolidasi internal hingga ke akar rumput. Langkah ini diwujudkan melalui Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musanran) yang digelar di Gedung KPN Kecamatan Bagelen, Selasa (8/9).
Konsolidasi organisasi ini bertujuan memastikan seluruh jajaran partai bekerja efektif, solid, dan siap bergerak bersama menghadapi agenda politik pada 2029 mendatang.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menegaskan bahwa pembentukan struktur hingga tingkat ter bawah merupakan kunci utama dalam membangun kekuatan partai. Ia menilai kepengurusan partai tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten atau kecamatan saja.
"Kita membentuk mesin partai. Semoga semua bisa menggerakkan dan memenangkan seluruh agenda pemilihan," ujar Dion.
Dion, yang kembali memimpin DPC PDI Perjuangan Purworejo periode 2025–2030, menambahkan bahwa penataan ini juga menjadi bagian dari reorganisasi dan regenerasi. Menurutnya, kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada struktur yang menjangkau desa dan lingkungan masyarakat.
Ia pun mengajak para kader untuk menjaga soliditas, loyalitas, serta keberanian dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. "Hari ini membela PDIP berarti kita juga membela kaum marhaen," tegasnya.
Khusus di Kecamatan Bagelen, pembentukan struktur mencakup:
- PAC (Tingkat Kecamatan): 11 orang pengurus.
- Ranting (Tingkat Desa): 17 ranting, masing-masing beranggotakan 7 pengurus.
- Anak Ranting (Tingkat RW/RT): 79 anak ranting, masing-masing beranggotakan 5 pengurus.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo, Drs. Subeno, menekankan pentingnya peran ranting dan anak ranting sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan warga.
"Pengurus harus hadir di tengah masyarakat. Jangan hanya bergerak saat pemilihan, tetapi terus jalankan kerja organisasi dan perjuangkan aspirasi warga," kata Subeno.

















































































