Sekjen PDI Perjuangan Hasto Paparkan Penguatan Demokrasi, Inspirasi Stevan Levitsky

Hari Anti Korupsi, Hasto Contohkan Megawati Konsisten Tak Intervensi KPK dan KPU saat Menjabat.
Selasa, 09 Desember 2025 16:42 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara tajam menyoroti tantangan krusial pemberantasan korupsi di Indonesia. Ia menyebut masalah utama adalah melemahnya sistem pencegahan dan masih maraknya intervensi kekuasaan terhadap lembaga-lembaga negara yang seharusnya independen.

Pernyataan ini disampaikan Hasto saat membuka Seminar Nasional Refleksi Hari Anti Korupsi Sedunia di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Tema seminar yang diangkat pun bernada keras: Antiklimaks Pemberantasan Korupsi dari Persoalan Norma hingga Dampak Ekologis: Korupsi dalam Bencana Alam.Krisis Etika dan Bahaya Check and Balances.

Hasto membangun argumennya dengan kilas balik sejarah, mengingatkan bahwa bangsa pernah dijauhkan dari nilai-nilai etika dan moral kebangsaan selama 32 tahun Orde Baru. Kelahiran PDI Perjuangan, menurutnya, adalah bagian gerakan koreksi total terhadap sistem negara yang otoriter dan ekonomi yang menyuburkan NKK (Nepotisme, Kolusi, dan Korupsi)

Ia menegaskan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat akutnya masalah NKK dan kondisi pada masa itu aparat penegak hukum lain dikendalikan oleh penguasa.

KPK dibentuk dalam suatu konsideran, bahwa ketika aparat penegak hukum masih dikuasai oleh penguasa, maka dibentuklah Komisi Pemberantasan Korupsi dengan kewenangan yang besar, kata Hasto.

Baca juga :