Jakarta, Gesuri.id Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur Dwi Rio Sambodo menegaskan bahwa peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli bukan sekadar mengenang tragedi masa lalu, melainkan momentum untuk mewarisi semangat perjuangan dalam membela demokrasi dan rakyat kecil.
Hal itu disampaikannya saat membuka Diskusi Tapak Tilas 30 Tahun Tragedi Kudatuli yang diselenggarakan PAC PDI Perjuangan Kecamatan Ciracas di Jakarta Timur, Sabtu (25/7).
Dalam sambutannya, Dwi Rio menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader, tokoh partai, dan para pelaku sejarah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi bukti bahwa semangat perjuangan PDI Perjuangan tetap hidup hingga saat ini.
Atas nama DPC PDI Perjuangan Jakarta Timur, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga api perjuangan partai sehingga pada malam ini kita dapat memperingati 30 tahun Peristiwa 27 Juli 1996, ujarnya.
Dwi Rio menegaskan, Tragedi Kudatuli merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian perjuangan menuju Reformasi 1998 yang berhasil meruntuhkan rezim Orde Baru.