Akibat Kabut Asap, Fraksi PDI Perjuangan Heran Sekolah Diliburkan Tapi CFD Tetap Digelar

"Kalau untuk Kota Pekanbaru itu rata-rata asapnya kiriman dari Kalimantan, Jambi, dan Palembang yang masuk ke wilayah kita."
Kamis, 10 September 2026 10:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, menyoroti kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yang meliburkan aktivitas sekolah tatap muka akibat memburuknya kualitas udara, namun tetap menggelar kegiatan Car Free Day (CFD).

Kalau untuk Kota Pekanbaru itu rata-rata asapnya kiriman dari Kalimantan, Jambi, dan Palembang yang masuk ke wilayah kita, paparnya, Selasa (8/9/2026).

Zulkardi mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Pekanbaru mayoritas merupakan kiriman dari wilayah tetangga. Meski demikian, sebagian kecil kabut asap juga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah secara sporadis.

Menurutnya, kondisi kualitas udara yang tidak sehat membuat Pemkot Pekanbaru telah dua kali menerbitkan instruksi agar peserta didik tingkat SD dan SMP menjalani pembelajaran dari rumah. Terkait kebijakan tersebut, Zulkardi meminta Dinas Pendidikan bersama para orang tua meningkatkan pengawasan agar proses belajar anak-anak tetap berjalan optimal.

Pengawasan orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak bisa beraktivitas dan belajar secara maksimal dari rumah, imbuhnya.

Baca juga :