Ikuti Kami

Akibat Kabut Asap, Fraksi PDI Perjuangan Heran Sekolah Diliburkan Tapi CFD Tetap Digelar

"Kalau untuk Kota Pekanbaru itu rata-rata asapnya kiriman dari Kalimantan, Jambi, dan Palembang yang masuk ke wilayah kita."

Akibat Kabut Asap, Fraksi PDI Perjuangan Heran Sekolah Diliburkan Tapi CFD Tetap Digelar
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, menyoroti kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru yang meliburkan aktivitas sekolah tatap muka akibat memburuknya kualitas udara, namun tetap menggelar kegiatan Car Free Day (CFD).

"Kalau untuk Kota Pekanbaru itu rata-rata asapnya kiriman dari Kalimantan, Jambi, dan Palembang yang masuk ke wilayah kita," paparnya, Selasa (8/9/2026).

Zulkardi mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, kabut asap pekat yang menyelimuti Kota Pekanbaru mayoritas merupakan kiriman dari wilayah tetangga. Meski demikian, sebagian kecil kabut asap juga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah secara sporadis.

Menurutnya, kondisi kualitas udara yang tidak sehat membuat Pemkot Pekanbaru telah dua kali menerbitkan instruksi agar peserta didik tingkat SD dan SMP menjalani pembelajaran dari rumah. Terkait kebijakan tersebut, Zulkardi meminta Dinas Pendidikan bersama para orang tua meningkatkan pengawasan agar proses belajar anak-anak tetap berjalan optimal.

"Pengawasan orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak bisa beraktivitas dan belajar secara maksimal dari rumah," imbuhnya.

Di tengah kondisi udara yang memburuk, Zulkardi juga mendesak Pemkot Pekanbaru mengevaluasi kembali pelaksanaan CFD setiap akhir pekan. Menurutnya, mengajak masyarakat berolahraga di ruang terbuka ketika indeks standar pencemar udara memburuk justru berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

"Ini terlihat ada perbedaan perlakuan antara CFD dengan libur anak sekolah. Kita minta kepada Pemkot Pekanbaru, kalau misalnya hasil pengukuran udara sangat berbahaya, kami rekomendasikan untuk ditutup sementara dulu CFD-nya," tegasnya.

Ia mengingatkan, aktivitas fisik berat di luar ruangan dapat membuat masyarakat menghirup partikel asap dalam jumlah lebih besar. Karena itu, kebijakan perlindungan masyarakat seharusnya diterapkan secara konsisten ketika kualitas udara berada dalam kondisi berbahaya.

Sebagai langkah antisipasi jika kualitas udara semakin memburuk dalam sepekan ke depan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pekanbaru menyatakan telah menyiapkan fasilitas darurat berupa posko kesehatan yang dapat diakses masyarakat terdampak.

"Kalau misalnya seminggu ke depan asap makin tebal, kami sudah mengantisipasi dengan menyiapkan posko-posko. Jika ada warga yang mengalami gejala penyakit, bisa langsung datang untuk ditangani," urainya.

Zulkardi berharap kondisi kabut asap yang mengepung Kota Pekanbaru segera berakhir. Ia juga berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu membersihkan sisa pembakaran dan memperbaiki kualitas udara.

"Mudah-mudahan bencana asap di Kota Pekanbaru ini cepat selesai dan segera turun hujan yang bisa membasahi kota kita," pungkasnya.

Quote