Ancaman El Nino Godzilla, Sadarestuwati: Petani dan Pemerintah Harus Siap

Kesiapan petani dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau ekstrem.
Jum'at, 01 Mei 2026 16:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, memberi perhatian serius terhadap upaya mitigasi ancaman El Nino Godzilla yang diperkirakan berdampak besar terhadap sektor pertanian nasional. Legislator yang akrab disapa Bu Estu itu menegaskan kesiapan petani dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau ekstrem.

Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, Sadarestiwati menegaskan bahwa gagal panen harus diantisipasi. Swasembada beras tahun 2025 dengan produksi 34,6 juta ton beras atau sekitar 70 juta ton gabah kering panen menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan ke depan, ujarnya dalam Podcast Bincang Tipis-Tipis Erman Tale Daulay di kanal Tale Trias Info beberapa waktu lalu.

Dalam keterangannya, Bu Estu menjelaskan bahwa kemarau tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun 2023. Karena itu, ia meminta seluruh pihak aktif memantau kondisi irigasi, ketersediaan sumber air, embung, hingga memastikan kecukupan pasokan air di titik-titik pertanian yang rawan terdampak kekeringan.

Ia menekankan bahwa dukungan irigasi konvensional seperti pompanisasi (Irpom) dan sumur dalam harus dipastikan siap beroperasi sebagai langkah antisipasi dini agar produksi pertanian tidak mengalami penurunan.

Selain itu, Bu Estu juga mendorong penerapan sistem irigasi modern, termasuk intermittent irrigation atau pengairan berselang. Menurutnya, tanaman padi tidak harus selalu tergenang air secara permanen karena kebutuhan air hanya berada pada fase-fase tertentu, seperti awal tanam, pembentukan anakan, pengisian bulir, hingga masa pematangan bulir.

Baca juga :