Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, memberi perhatian serius terhadap upaya mitigasi ancaman El Nino Godzilla yang diperkirakan berdampak besar terhadap sektor pertanian nasional. Legislator yang akrab disapa Bu Estu itu menegaskan kesiapan petani dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah ancaman musim kemarau ekstrem.
“Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, Sadarestiwati menegaskan bahwa gagal panen harus diantisipasi. Swasembada beras tahun 2025 dengan produksi 34,6 juta ton beras atau sekitar 70 juta ton gabah kering panen menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan ke depan,” ujarnya dalam Podcast Bincang Tipis-Tipis Erman Tale Daulay di kanal Tale Trias Info beberapa waktu lalu.
Dalam keterangannya, Bu Estu menjelaskan bahwa kemarau tahun ini diperkirakan lebih berat dibandingkan tahun 2023. Karena itu, ia meminta seluruh pihak aktif memantau kondisi irigasi, ketersediaan sumber air, embung, hingga memastikan kecukupan pasokan air di titik-titik pertanian yang rawan terdampak kekeringan.
Ia menekankan bahwa dukungan irigasi konvensional seperti pompanisasi (Irpom) dan sumur dalam harus dipastikan siap beroperasi sebagai langkah antisipasi dini agar produksi pertanian tidak mengalami penurunan.
Selain itu, Bu Estu juga mendorong penerapan sistem irigasi modern, termasuk intermittent irrigation atau pengairan berselang. Menurutnya, tanaman padi tidak harus selalu tergenang air secara permanen karena kebutuhan air hanya berada pada fase-fase tertentu, seperti awal tanam, pembentukan anakan, pengisian bulir, hingga masa pematangan bulir.
Dalam berbagai dialog bersama petani, politisi Andi Amran Sulaiman itu juga mengimbau agar petani tidak cemas berlebihan menghadapi ancaman El Nino. Ia menilai pemerintah telah hadir melalui berbagai program penguatan sektor pertanian, termasuk percepatan pompanisasi untuk menjaga suplai air selama musim kemarau.
Bu Estu juga meminta petani mempercepat masa tanam sebelum puncak kemarau tiba, sekaligus memanfaatkan benih unggul yang adaptif dan bermutu agar produktivitas tetap terjaga.
Sebagai politisi Sadarestuwati yang memiliki latar belakang dekat dengan dunia pertanian, pandangan Bu Estu dinilai mudah diterima oleh petani. Ia pun terus mendorong generasi muda agar mulai memanfaatkan konsep smart farming dalam aktivitas pertanian modern.
Menurutnya, teknologi pertanian berbasis digital memungkinkan proses penyiraman, pemupukan, hingga pemantauan tanaman dilakukan melalui telepon genggam sehingga pertanian menjadi lebih efisien dan menarik bagi kalangan muda.
Dengan pendekatan yang menggabungkan kebijakan, teknologi, dan kerja lapangan, Bu Estu berharap capaian swasembada beras nasional dapat terus dipertahankan dan diperkuat di tengah tantangan perubahan iklim global.

















































































