Dewanti Rumpoko Desak Solusi Jangka Panjang Untuk Atasi Krisis Air Bersih

Berdasarkan data hingga 10 Oktober 2026, sebanyak 14 desa di enam kecamatan mengalami keterbatasan air bersih.
Senin, 12 Oktober 2026 14:00 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendesak pemerintah kabupaten dan provinsi segera menyiapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan di Kabupaten Malang.

Berdasarkan data hingga 10 Oktober 2026, sebanyak 14 desa di enam kecamatan mengalami keterbatasan air bersih yang berdampak pada 5.799 kepala keluarga (KK) atau sekitar 18.414 jiwa.

Krisis air bersih yang terus berulang di Kabupaten Malang ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa penanganan darurat saja tidak cukup. Pemerintah daerah bersama stakeholder terkait harus segera memetakan solusi permanen, seperti pembangunan pipanisasi jangka panjang, sumur bor di titik-titik strategis, hingga perlindungan kawasan tangkapan air, kata Dewanti, Senin (12/10/2026).

Politisi PDI Perjuangan tersebut menilai, penanganan kekeringan tidak boleh hanya berfokus pada respons darurat ketika krisis terjadi. Pemerintah perlu mengambil langkah mitigasi yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk mengatasi akar persoalan, terutama melalui pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah rawan kekeringan.

Menurut Dewanti, ketergantungan masyarakat terhadap bantuan truk tangki setiap musim kemarau menunjukkan perlunya perencanaan pengelolaan air bersih yang lebih berkelanjutan. Infrastruktur yang memadai harus disiapkan agar warga di wilayah terdampak dapat memperoleh akses air bersih secara mandiri.

Baca juga :