Geng Motor Pelajar Marak, Made Selamet: Jangan Tunggu Korban Jiwa Bertambah!

Langkah hukum yang selama ini dilakukan aparat kepolisian belum sepenuhnya memberikan efek jera.
Jum'at, 30 Oktober 2026 20:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Mataram, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Made Selamet, menyoroti maraknya aksi geng motor yang melibatkan pelajar di Kota Mataram. Fenomena kekerasan jalanan yang bahkan telah menimbulkan korban jiwa itu dinilai membutuhkan penanganan serius, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pengawasan orang tua, pembinaan sekolah, dan keterlibatan masyarakat.

Kejadian ini sudah beberapa kali terjadi tetapi terus saja berulang. Kami prihatin, ujar Made Selamet, Jumat (30/10/2026).

Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai langkah hukum yang selama ini dilakukan aparat kepolisian belum sepenuhnya memberikan efek jera. Berulangnya aksi kekerasan menunjukkan bahwa persoalan geng motor tidak cukup diselesaikan hanya dengan penindakan terhadap pelaku setelah kejadian.

Made Selamet juga menyoroti usia para pelaku yang rata-rata masih berkisar 14 hingga 16 tahun. Ia mempertanyakan pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka, terutama ketika remaja masih dapat berkeliaran hingga larut malam dengan membawa senjata tajam.

Menurutnya, penanganan persoalan geng motor harus melibatkan banyak pihak. Orang tua perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, sementara sekolah dan masyarakat harus ikut membangun lingkungan yang aman serta mendorong remaja menjauhi tindakan kekerasan.

Baca juga :