Aceh Tamiang Abdullah, seorang kakek berusia 70 tahun, warga Desa Paya Kulbi, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, menceritakan pengalaman pahitnya saat banjir lumpur menerjang desanya. Ia mengaku terendam lumpur, terpaksa tidur berdiri, bahkan tidak makan selama tiga hari.
Kisah itu disampaikan kakek tersebut kepada Relawan Kesehatan PDI Perjuangan, Afthon Lubbi, saat tim relawan masuk ke wilayah yang sempat terisolir untuk memberikan layanan pengobatan gratis kepada warga.
Biasa saja awalnya, tiba-tiba masuk air lumpur, Pak. Tapi cepat sekali naiknya. Satu jam sudah setengah meter lumpurnya, enggak jauh beda dengan tsunami. Kami enggak sempat keluar, tutur sang kakek.
Ia mengatakan, saat kejadian dirinya berada di sekitar pasar umum. Dalam kondisi darurat, ia terpaksa bertahan tanpa makanan dan berpindah-pindah tempat untuk menyelamatkan diri.
Saya di pinggir pasar umum, satu malam tinggal di situ. Enggak makan. Biasanya banjir enggak kayak gini, makanya enggak sempat bawa apa-apa, ujarnya.