Ketika Anak Muda Dinobatkan Sebagai Aktor Penting Dalam Menghadapi Krisis Iklim

Anak muda dan masyarakat diajak menjadi bagian dari gerakan aksi iklim melalui penguatan ketahanan pangan keluarga.
Sabtu, 24 Oktober 2026 14:14 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Bangkalan, Gesuri.id - Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Farida Triastutik, mengajak anak muda dan masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan aksi iklim melalui penguatan ketahanan pangan keluarga. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi dampak perubahan iklim, termasuk ancaman El Nino yang dapat menekan sektor pertanian dan ketersediaan pangan.

Saat ini kita tengah menghadapi tantangan cuaca El Nino yang berdampak pada sektor pertanian. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk mulai mengoptimalkan lahan yang ada dengan menanam tanaman pendamping beras seperti jagung dan ketela, ujar Bendahara DPC PDI Perjuangan Bangkalan, Farida Triastutik.

Farida mengatakan, pemanfaatan lahan untuk menanam pangan alternatif bukan sekadar langkah menghadapi ancaman gangguan produksi beras. Menurut dia, gerakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian pangan dari tingkat keluarga hingga desa, sekaligus mendorong masyarakat kembali melihat potensi pangan yang tumbuh di tanah sendiri.

Menurut dia, langkah ini sebagai upaya mengurangi kebergantung pada komoditas beras. Selain menjaga kedaulatan pangan di tingkat desa, tambah dia, konsumsi pangan lokal non-beras juga sangat baik untuk diversifikasi gizi keluarga.

Semangat tersebut sekaligus menempatkan anak muda sebagai aktor penting dalam menghadapi krisis iklim. Bagi Farida, isu lingkungan tidak berhenti pada kampanye pengurangan emisi atau pelestarian alam, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat mampu menjaga sumber pangan, mengelola lahan secara berkelanjutan, dan membangun sumber penghidupan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Baca juga :