Agam, Gesuri.id - Malam pergantian tahun yang seharusnya diisi harapan justru berubah menjadi kecemasan di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tanpa hujan, tanpa peringatan panjang, banjir lumpur kembali menerjang pada Rabu (31/12/2025) malam.
Dalam gelap gulita, air bercampur lumpur mengalir deras menyusuri jalan menurun menuju Danau Maninjau, memutus akses dan memaksa warga bergegas menyelamatkan diri.
Pagi harinya, Kamis (1/1), bekas amukan banjir itu tampak jelas. Lumpur menumpuk setinggi betis orang dewasa, menutup ruas Jalan ManinjauLubuk Basung sepanjang kurang lebih 100 meter. Jalanan lumpuh total. Kendaraan tak bisa melintas.
Di tengah hamparan lumpur cokelat pekat, sebuah atap rumah warga terlihat melintang-terseret arus, menjadi saksi bisu derasnya banjir malam sebelumnya. Warga masih berdiri di tepi jalan, sebagian menatap lumpur, sebagian lain memegang sekop dan cangkul. Mereka tahu, jika lumpur ini tak segera dibersihkan, banjir bisa datang kembali.
Yang ndak ada hujan ini, yang lumpur turun ini, sudah tiga kali, ujar seorang warga dengan nada lelah. Ia bercerita, banjir kerap datang tiba-tiba, bahkan saat langit sedang cerah.