Tuban, Gesuri.id - Tidak semua orang yang menjaga kebudayaan berdiri di atas panggung, mengenakan busana indah, lalu mendapat tepuk tangan penonton. Sebagian justru bekerja di balik layar, memastikan pertunjukan tetap berjalan, para seniman berkumpul, dan tradisi yang diwariskan leluhur tidak kehilangan tempat dalam kehidupan masyarakat, Selasa (27/10/2026).
Suparminto, yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Jenggot, kader PDI Perjuangan Kabupaten Tuban, adalah salah satunya.
Sejak 2001, ia menekuni dunia seni Langen Tayub di Kabupaten Tuban. Lebih dari dua dekade berlalu, kesetiaannya terhadap seni tradisi itu tetap terjaga. Bukan sekadar sebagai penampil, melainkan sebagai pramuniaga seni, atau cucuk lampah, sosok yang menjadi penggerak sekaligus penghubung agar sebuah pertunjukan dapat terlaksana.
Di balik sebuah pementasan Langen Tayub, ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Ada penari yang perlu disiapkan, pengrawit yang menghidupkan irama gamelan, pesinden yang melantunkan gending Jawa, serta berbagai unsur lain yang mesti berjalan beriringan.