Ikuti Kami

Bangka Barat Kaji Sumur Bor Besar Guna Amankan Pasokan Air Bersih

Pemerintah daerah telah membantu Perumdam melakukan penggalian kembali sumber air sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan.

Bangka Barat Kaji Sumur Bor Besar Guna Amankan Pasokan Air Bersih
Bupati Bangka Barat Markus - Foto: FaktaBerita.co.id

Bangka Barat, Gesuri.id - Ketersediaan air baku menjadi tantangan bagi pelayanan air bersih di Kabupaten Bangka Barat. Minimnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air, termasuk kolong yang dimanfaatkan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam), mengalami kekeringan.

Bupati Bangka Barat Markus mengakui, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam menjaga pasokan air baku. Hujan yang turun sejauh ini belum mampu menambah debit air secara memadai.

“Curah hujan saat ini masih minim. Hujan yang turun belum cukup untuk menambah debit air baku, sehingga kolong yang menjadi sumber air mengalami kekeringan,” ujar Markus, Selasa (27/10/2026).

Menurut Markus, pemerintah daerah telah membantu Perumdam melakukan penggalian kembali sumber air sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan.

“Perumdam sudah kita bantu untuk melakukan penggalian kembali. Upaya yang dilakukan saat ini sudah maksimal, tetapi memang kondisi sumber air masih menjadi kendala,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, ketergantungan terhadap sumber air permukaan yang dipengaruhi curah hujan menjadi persoalan yang perlu diantisipasi. Pasalnya, kekeringan berulang berpotensi mengganggu keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Bangka Barat mulai mengkaji pembangunan sumur bor berkapasitas besar untuk menyediakan sumber air alternatif sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap air hujan.

“Kita sedang memikirkan dan mengkaji bagaimana membuat sumur bor yang besar, sehingga ada cadangan air dan Perumdam bisa tetap beroperasi tanpa hanya mengandalkan air hujan,” ungkap Markus.

Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap kajian. Ketersediaan sumber air alternatif, kapasitas produksi, serta keberlanjutan pasokan menjadi aspek penting yang perlu diperhitungkan agar solusi yang disiapkan benar-benar mampu menjawab persoalan air bersih di Bangka Barat.

Dengan demikian, masyarakat masih menantikan langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan pelayanan air bersih tetap berjalan, terutama ketika musim kemarau membatasi ketersediaan air baku.

Quote