Megawati Resmikan Monumen Kudatuli, Kenang Satyam Eva Jayate: "Kebenaran Pada Akhirnya Akan Menang"

Didampingi Prananda, Megawati Resmikan Monumen Perempuan Pemeluk Lima Pejuang Kudatuli
Senin, 27 Juli 2026 15:44 WIB Jurnalis - Ali Imron

Jakarta, Gesuri.id- Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di halaman Kantor Partai, Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).

Peresmian monumen ini menjadi puncak peringatan 30 tahun peristiwa Kudatuli pada tahun 1996.Peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) adalah insiden berdarah pada 27 Juli 1996 di kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Berdasarkan catatan Komnas HAM, insiden ini mengakibatkan 5 orang tewas, 149 luka-luka, dan 23 orang hilang. Peristiwa Kudatuli pun menjadi ujung tombak pergerakan rakyat melawan penindasan oleh rezim Orde Baru.

Dalam peresmian itu, Megawati turut didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP, M. Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta jajaran DPP Partai berlogo moncong putih.Terlihat hadir pula Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tokoh nasional seperti Meutia Hatta, Halida Hatta, Guruh Soekarnoputra, Mahfud MD, Sidarto Danusubroto, Dolorosa Sinaga, dan Todung Mulya Lubis. Serta tokoh masyarakat sipil, aktivis HAM, penyintas, dan keluarga korban peristiwa Kudatuli.

Megawati yang tampak mengenakan pakaian berwarna hitam secara simbolis memulai hitungan mundur peresmian Monumen Peristiwa Kudatuli. Sebelum memencet tombol, Megawati menyampaikan pesan khusus kepada seluruh rakyat untuk terus memegang semangat dan api perjuangan.

Api perjuangan itu saya selalu yakin tidak akan pernah padam selama rasa cinta kepada tanah air terus bergema di dalam dada sanubari kita, ujarnya.

Baca juga :