Megawati Sebut Surabaya 'Dapur Nasionalisme', Minta Kader PDIP Perkuat Akar Rumput

Megawati: Anak Muda Jangan Takut Bermimpi, Bung Karno Berproses jadi Pemimpin dari Sosok Pemuda Miskin dengan Visi Besar
Minggu, 23 Agustus 2026 19:45 WIB Jurnalis - Ali Imron

Surabaya Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan dan pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Bahkan, Bung Karno menyebut Surabaya sebagai Dapur Nasionalisme.

Dalam perspektif ideologis dan historis, Jawa Timur sangat penting. Karena Bung Karno lahir, dibesarkan, dan menggembleng diri di Jawa Timur ini. Surabaya, Mojokerto, dan Blitar penuh dengan rekam jejak sejarah perjuangan Bung Karno. Beliau sendiri menyebutkan Surabaya merupakan Dapurnya Nasionalisme, ujar Megawati saat memberikan pengarahan dalam Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur di Surabaya, Minggu (23/8/2026).

Megawati mengatakan, di Surabaya Bung Karno menamatkan pendidikan di HBS (Hoogere Burgerschool) sekaligus berguru kepada HOS Tjokroaminoto. Dalam kondisi serba terbatas, Bung Karno tinggal di sebuah ruangan sempit tanpa jendela dan hanya menggunakan penerangan lampu teplok. Namun, dari tempat sederhana itulah Bung Karno mematangkan pemikiran intelektual dan gagasan perjuangannya.

Megawati menggambarkan bagaimana melalui buku-buku yang dibacanya, Bung Karno berdialog secara intelektual dengan berbagai tokoh dan pemikir dunia, mulai dari Thomas Jefferson, George Washington, William Gladstone, Karl Marx, Sun Yat-sen, Mustafa Kemal Atatrk, Jean-Jacques Rousseau, hingga para pemikir dan pejuang kemerdekaan dari berbagai bangsa di dunia.

Surabaya dengan demikian menjadi tempat di mana Bung Karno menggembleng diri menjadi patriot yang tangguh. Dari usia yang begitu muda, 16 tahun, beliau telah berimajinasi dan kemudian berjuang untuk Indonesia Merdeka, urai Megawati.

Baca juga :