Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan yang juga Pengamat SosialHizkia Darmayanamenyatakan bahwa langkah Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia,Gugun Gumilar, dalam membuka segel Yayasan dan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, merupakan tindakan konkret yang mencerminkan komitmen kuat terhadap kebhinekaan dan toleransi di Indonesia.
Menurut Tenaga Ahli Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR itu, tindakan Gugun tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki makna sosial yang mendalam dalam konteks kehidupan berbangsa. Ia menilai, keberanian Gugun dalam merespons persoalan kebebasan beribadah menunjukkan keberpihakan pada nilai-nilai dasar yang menopang masyarakat majemuk.
Dalam perspektif ilmu sosial, khususnya merujuk pada pendekatan antropologi, tindakan masGugun Gumilarmencerminkan internalisasi nilai dalam sistem budaya. Ia tidak sekadar memahami kebhinekaan sebagai konsep, tetapi mengimplementasikannya dalam tindakan nyata, ujarHizkia, Selasa (7/4/2026).
Hizkia menjelaskan bahwa dalam teori antropologi, nilai-nilai budaya seperti toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan solidaritas sosial hanya akan bermakna jika diwujudkan dalam praktik sosial sehari-hari. Dalam konteks ini, pembukaan segel rumah doa tersebut menjadi simbol bahwa negara hadir untuk menjamin hak-hak warga tanpa diskriminasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa langkah tersebut juga mencerminkan penghayatan terhadap nilai-nilaiPancasila, khususnya sila pertama dan ketiga, yang menekankan penghormatan terhadap kebebasan beragama serta persatuan dalam keberagaman.