Jakarta, Gesuri.id - Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara, menyoroti dampak negatif perkembangan teknologi informasi dan media sosial terhadap ketahanan keluarga, termasuk meningkatnya persoalan perceraian di kalangan generasi muda.
Ia menilai, penguatan edukasi dan konseling keluarga perlu menjadi perhatian untuk membantu masyarakat menghadapi perubahan gaya hidup serta berbagai tantangan sosial di era digital.
Kalau ada kesempatan dialog seperti forum siang ini, tetap saya sampaikan bahwa perceraian menjadi isu yang lagi marak sekarang. Pengajuan perceraian yang saya lihat sekarang, rata-rata kelahirannya itu sudah 90-an ke atas, dalam artian yang seusia saya, 30-an sekian, ujar Dirham saat kegiatan forum dialog Millennial Public Pulse yang digelar PDI Perjuangan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, dikutip Kamis (29/10/2026).
Dirham mengatakanpersoalan perceraian menjadi salah satu isu sosial yang membutuhkan perhatian serius. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi memang memberikan banyak manfaat, tetapi juga membawa dampak negatif yang dapat memengaruhi pola pikir, gaya hidup, hingga cara generasi muda membangun dan mempertahankan rumah tangga.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui sosialisasi dan edukasi. Penguatan pemahaman masyarakat dinilai penting agar generasi muda mampu menghadapi perubahan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.