21 Cagar Biosfer Indonesia Belum Optimal, Rokhmin Dahuri Bongkar Tujuh Persoalan

“Dalam konteks ini, cagar biosfer bisa berkontribusi setidaknya pada lima prioritas pembangunan nasional.”
Sabtu, 07 November 2026 22:30 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan cagar biosfer harus menjadi instrumen strategis untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, potensi kekayaan alam Indonesia harus dikelola secara terintegrasi agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam konteks ini, cagar biosfer bisa berkontribusi setidaknya pada lima prioritas pembangunan nasional, kata Rokhmin saat menyampaikan pidato kunci dalam Seminar Internasional Biosfer Laut dan Kepulauan Pertama bertema Mengintegrasikan Pengelolaan Darat, Pesisir, dan Laut untuk Ketahanan Iklim dan Cagar Biosfer yang Berkelanjutan di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (6/11/2026).

Rokhmin menjelaskan, Indonesia akan memasuki satu abad kemerdekaan pada 2045 dengan visi menjadi bangsa yang bersatu, maju, sejahtera, berdaulat, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkannya, pembangunan nasional tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus ditopang pemerataan kesejahteraan, ketahanan pangan, air dan energi, penguasaan teknologi, serta perlindungan lingkungan.

Komitmen tersebut, lanjutnya, telah dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 20252045, Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 20252029, serta Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia (IBSAP) 20252045.

Baca juga :