Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi VIII DPR RI, Muhamad Abdul Azis Sefudin, mendesak pemerintah memberikan intervensi serta perlindungan ekstra bagi kelompok rentan, khususnya balita dan lansia, yang terpapar kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Sikap tegas tersebut disampaikan merespons data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode 18 Agustus hingga 21 September 2026. Data mencatat sebanyak 174.694 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terjadi di wilayah terdampak Karhutla, dengan 40.363 kasus di antaranya menyerang balita.
Baca:Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Saya sangat prihatin melihat lebih dari 40 ribu balita terserang ISPA. Saya mendesak pemerintah segera turun tangan memberikan pengobatan maksimal. Bagi balita dan kelompok rentan di zona merah, pemerintah wajib memberikan perlindungan ekstra serta prioritas, tegas Azis dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9).
Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, negara tidak boleh membiarkan anak-anak dan lansia bertahan di tengah kepungan asap tanpa langkah penyelamatan konkret. Ia meminta pemerintah memperkuat mekanisme perlindungan dengan mengintegrasikan data kualitas udara, kesehatan, dan kondisi kebencanaan sebagai basis pengambilan keputusan.