Jakarta, Gesuri.id - Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia pendidikan harus disikapi secara bijak oleh sivitas akademika.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Ina Ammania, mengingatkan mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) agar tidak menjadikan AI sebagai jalan pintas instan dalam menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Menurut Ina, teknologi AI memang dapat membantu mencari informasi dan mengembangkan gagasan. Namun, proses berpikir kritis melalui membaca buku dan memverifikasi sumber konvensional tetap tidak boleh ditinggalkan.
Baca:Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Ketika membuat skripsi, AI membantu memberikan informasi, tetapi tetap harus diawasi. Jangan sampai ada plagiasi. Tugas mahasiswa itu belajar dan membaca buku, bukan plagiat, ujar Ina dalam acara Ngobrol Pendidikan Agama Islam (Ngopi) di Grand Padis Hotel, Jember, Jawa Timur, Selasa (22/9).