Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menegaskan pentingnya pemanfaatan sampah kayu yang hanyut akibat banjir bandang di Kota Padang sebagai solusi strategis pascabencana, baik untuk kebutuhan energi maupun pembangunan hunian bagi warga terdampak.
Kolaborasi KKP dengan PT PLN Indonesia Power UBP Teluk Sirih ini merupakan implementasi amanah UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, kata Alex, Selasa (23/12/2025).
Alex menjelaskan, tumpukan kayu yang terbawa arus banjir dan menumpuk di kawasan Pantai Muaro Gantiang tidak hanya mengganggu aktivitas nelayan, tetapi juga memiliki nilai guna jika dikelola dengan tepat. Sebagian material tersebut telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Sirih.
Kini tinggal gubernur, bupati, atau wali kota. Apakah mau memanfaatkan kayu-kayu itu untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir, tegas Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat itu.
Menurut Alex, jenis kayu yang hanyut akibat banjir bandang sangat memungkinkan digunakan untuk berbagai kebutuhan konstruksi darurat, seperti pembuatan kusen, pintu, jendela, hingga jembatan sementara.