Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, menekankanprogram work from home (WFH) satu hari tiap minggu bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pekerja di sektor swasta seharusnya tidak dijadikan satu-satunya metode untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM).
Langkah ini wajib menjalani evaluasi mendalam supaya tidak mengganggu kelancaran pelayanan publik.
Dalam keterangan tertulis kepada wartawan, dikutip Jumat (27/3/2026), Aria mengungkapkan bahwa konsep WFH layak diapresiasi sebagai inisiatif sementara dalam jangka pendek, tetapi tidak boleh diposisikan sebagai satu-satunya penyelesaian atas masalah kenaikan harga minyak.
gagasan WFH bukan sesuatu yang baru mengingat fleksibilitas kerja telah diatur secara resmi melalui PermenPAN-RB Nomor 4 Tahun 2025. Sasarannya tetap berfokus pada peningkatan produktivitas lembaga tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat, tuturnya
Aria menyatakan bahwa usulan pemerintah ini cukup positif bila diterapkan secara selektif. Ia menilai WFH satu hari per minggu masih masuk akal bagi ASN yang tugasnya bersifat administratif, mengandalkan dokumen digital, atau berada di posisi back office.