Jakarta, Gesuri.id -Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menegaskan negara mulai kehilangan kendali atas identitasnya sendiri, sehingga digerus kepentingan bisnis yang menempatkan logo korporasi di atas nama pahlawan nasional.
Aroma kolonisasi korporasi di ruang simbolik negara di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur yang seharusnya menjadi monumen kedaulatan bangsa, kini dituding berubah menjadi etalase branding perusahaan.
Irine menegaskantransformasi bisnis tidak boleh menghapus ruh nasionalisme yang melekat pada nama besar Ir H Djuanda.
Bandara itu bukan papan iklan korporasi. Itu wajah negara. Kalau sekarang yang lebih dominan justru branding InJourney, maka kita sedang menyaksikan identitas bangsa dipinggirkan oleh kepentingan bisnis, tegas Irine, dikutip Jumat (27/2/2026).
Ia mengingatkan, pemberian nama pahlawan nasional pada bandara bukan sekadar simbol seremonial, tetapi representasi sejarah, kedaulatan, dan memori kolektif bangsa. Menurutnya, jika identitas ini diredam demi kepentingan branding perusahaan, maka negara sedang menyerahkan ruang simboliknya kepada korporasi.