Bangun Ekonomi Inklusif, Pemkot Semarang Terus Dorong Kerajinan Lokal  Agar Tembus Pasar Global

Untuk mampu bersaing di pasar global, ia menekankan bahwa pelaku UMKM harus memahami karakteristik platform digital global.
Kamis, 05 Februari 2026 13:17 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan bahwa produk kerajinan lokal bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Agustina dalam acara Coffee Morning Dewan Kerajinan Nasional Daerah ( Dekranasda) Kota Semarang yang digelar di Hotel Santika Premiere, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Kamis (29/1/2026).

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Mengusung tema Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal, acara tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ari Satria dan CEO 1Export Manila Anna Melissa Nava.

Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM), pengusaha Kota Semarang, (melakukan) ekspor, ujar Agustina.

Baca juga :