Jakarta, Gesuri.id Sejarawan sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mengingatkan pentingnya melihat peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 secara komprehensif dan utuh. Menurutnya, tragedi tersebut tidak boleh hanya dipahami sebatas penculikan serta pembunuhan sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat pada 1 Oktober 1965.
Pernyataan itu disampaikan Bonnie dalam wawancara khusus dengan Radio Elshinta, Rabu (30/9/2026), yang bertepatan dengan peringatan 61 tahun peristiwa G30S.
Bonnie menjelaskan bahwa kemunculan G30S tidak terjadi secara tiba-tiba (ujug-ujug). Masyarakat perlu melihatnya dalam kerangka yang lebih luas, yang meliputi konteks geopolitik internasional, dinamika politik nasional, hingga konflik sosial di tingkat lokal sebelum tahun 1965.
Baca:Berita kumpulan ganjar pranowo hari ini
Jadi kita pahami dulu, ini tidak terjadi begitu saja. Ada faktor internasional, nasional, dan lokal, ujar Bonnie.