Budi Sulistyono Ingatkan Kerentanan Industri Pupuk Nasional Terhadap Dinamika Geopolitik Global

Ketergantungan yang tinggi terhadap komponen impor seperti gas bumi dan bahan baku mineral berpotensi mengancam stabilitas fiskal negara.
Minggu, 15 Maret 2026 18:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono mengingatkan pemerintah mengenai kerentanan industri pupuk nasional terhadap dinamika geopolitik global.

Menurutnya, ketergantungan yang tinggi terhadap komponen impor seperti gas bumi dan bahan baku mineral berpotensi mengancam stabilitas fiskal negara, terlebih di tengah tren pelemahan nilai tukar rupiah.

Ketergantungan kita dalam budidaya tadi terhadap komponen impor, termasuk gas, ini sangat mengkhawatirkan apalagi melihat awan-awan geopolitik yang akhir-akhir ini sangat meresahkan kita semua kondisi ini harus diantisipasi dengan matang, kata Budi Sulistyono, dikutip Minggu (15/3/2026).

Politisi yang akrab disapa Kanang itu menilai situasi global yang tidak menentu saat ini menjadi kekhawatiran serius bagi ketahanan pangan nasional. Hal tersebut tidak terlepas dari tingginya ketergantungan industri pupuk terhadap bahan baku impor yang sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan nilai tukar mata uang.

Ia menjelaskan bahwa gas bumi merupakan komponen terbesar dalam biaya produksi pupuk urea. Bahkan, komponen tersebut menyumbang hingga 80 persen dari total biaya produksi sehingga setiap perubahan harga energi global maupun kurs dolar AS dapat berdampak langsung terhadap biaya produksi pupuk di dalam negeri.

Baca juga :