Bupati Gunungkidul Endah Subekti Percepat Penyaluran Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Terdampak Kekeringan

Panewu sudah mulai mengidentifikasi titik-titik rawan dengan di-dropping air bersih.
Jum'at, 31 Juli 2026 16:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, memastikan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mempercepat penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan anggaran di tingkat kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga Belanja Tidak Terduga (BTT) agar penanganan tidak terlambat.

Jadi masing-masing kapanewon kemarin sudah dapat koordinasi dengan Forkopimda untuk sudah mengeluarkan anggaran dropping air. Hari ini beberapa panewu sudah melaporkan, bahkan Pak Kapolres juga sudah memberikan laporan bahwa Kapolsek dan Koramil, Panewu ini sudah mulai mengidentifikasi titik-titik rawan dengan di-dropping air bersih, ujar Endah di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (30/7/2026).

Endah menjelaskan, sumber pendanaan untuk penanganan kekeringan tidak hanya berasal dari BPBD, tetapi juga dialokasikan melalui anggaran kapanewon serta didukung dana BTT. Pemerintah daerah juga akan memperpanjang status kebencanaan agar penggunaan anggaran dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.

Jadi anggaran untuk dropping air bersih itu kami cantolkan di kecamatan atau kapanewon, Badan Penanggulangan Bencana, dan kami ada BTT (Belanja Tidak Terduga) juga. Nah, sehingga ini untuk bisa melaksanakan anggaran yang sudah ada. Jadi jangan sampai pemerintah kalah duluan dengan pihak-pihak lain dalam menangani kekeringan ini, terangnya.

Selain mengoptimalkan anggaran daerah, Pemkab Gunungkidul juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk menyediakan penampungan air berkapasitas 5.000 liter di sejumlah titik rawan kekeringan. Penampungan tersebut diharapkan mempermudah warga yang tidak memiliki tempat penyimpanan air.

Baca juga :