Canangkan Program Gotong Royong 2026, Bupati Endah: Manifestasi Nyata dari Nilai Luhur Pancasila

Penentuan titik pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan politik.
Jum'at, 17 Juli 2026 08:55 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id -Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mencanangkan Program Gotong Royong 2026 di Balai Kalurahan Banaran, Kapanewon Playen, Selasa (14/7/2026). Program tersebut menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, DPRD, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang disesuaikan dengan kebutuhan warga.

Gotong royong bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan manifestasi nyata dari nilai luhur Pancasila. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah. Menurutnya, semangat kebersamaan harus menjadi motor penggerak untuk menggali potensi sumber daya alam dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Bupati juga memastikan bahwa penentuan titik pembangunan dilakukan berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan politik, tegasnya.

Panewu Playen, Irmawati Rahayu, menjelaskan bahwa Program Gotong Royong 2026 didukung anggaran material sebesar Rp455 juta yang bersumber dari DPA Kapanewon melalui mekanisme e-purchasing. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan di 13 titik yang tersebar di berbagai kalurahan.

Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan infrastruktur yang mendukung jalur evakuasi bencana serta mitigasi kerawanan alam. Beberapa proyek yang menjadi prioritas di antaranya pembangunan jalan beton full block sepanjang 112 meter di Banaran 3 sebagai jalur evakuasi, pemasangan bronjong kawat galvanis setinggi 8,5 meter di Kedung Wanglu untuk mencegah longsor, serta pembangunan talud sepanjang 125 meter di Wiyoko Tengah.

Selain itu, pembangunan drainase, jalan beton, dan decker plat juga dilaksanakan di sejumlah wilayah, yakni Ngleri, Getas, Playen, Logandeng, Bandung, Gading, Bleberan, Dengok, Ngawu, hingga Pleret.

Baca juga :