Jakarta, Gesuri.id - Anggota MPR RI fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan mengatakan semangat gotong royong menjadi solusi strategis dalam mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat urban yang majemuk.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Jakarta Timur, Selasa (17/2).
Menurut Putra, gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan nilai fundamental bangsa yang mampu menjembatani perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang sosial.
Di tengah tantangan individualisme dan polarisasi akibat arus informasi digital, lanjutnya, kolaborasi nyata antarwarga menjadi kebutuhan mendesak.
"Ketika masyarakat bekerja bersama dalam kerja bakti, bakti sosial, atau kegiatan kemanusiaan, sekat-sekat perbedaan perlahan memudar. Yang tumbuh adalah rasa saling percaya dan persaudaraan," ujarnya.

Nilai gotong royong, disebut Putra, sejalan dengan semangat Pancasila serta semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang menegaskan keberagaman adalah kekuatan bangsa.
"Melalui interaksi langsung dalam kegiatan bersama, warga dapat membangun empati dan mengikis prasangka yang berpotensi memicu konflik sosial," ungkap Putra.
Dalam kegiatan tersebut, Putra juga mendorong agar kegiatan kolaboratif lintas budaya diperkuat secara rutin, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan.
Ia mencontohkan festival budaya, dialog warga, program peduli lingkungan, hingga aksi sosial bersama efektif membangun rasa memiliki terhadap lingkungan dan bangsa.
Selain itu, Putra menambahkan generasi muda didorong menjadi motor penggerak gotong royong yang dikemas secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, termasuk melalui kampanye positif di media sosial.
"Melalui penguatan nilai gotong royong, diharapkan solidaritas sosial semakin kokoh dan persatuan bangsa tetap terjaga. Keberagaman bukan menjadi sumber perbedaan, melainkan fondasi kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tandasnya.

















































































