Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi ll DPR RI yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menilai alasan pemisahan pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dengan menjadikan hasil pileg sebagai tiket pencalonan pilpres kurang tepat.
Pernyataan tersebut disampaikan Deddy merespons usulan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia agar pileg digelar lebih dulu dan hasilnya menjadi dasar pencalonan dalam pilpres.
Menurut saya itu kurang tepat sebagai alasan pemisahan. Tiket untuk apa, kan sudah tidak ada Presidential Treshold, kata Deddy, dikutip Minggu (27/9/2026).
Menurut Deddy, penghapusan presidential threshold membuat hasil pileg tidak lagi relevan dijadikan sebagai tiket untuk menentukan partai politik atau gabungan partai politik yang dapat mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden. Dengan kondisi tersebut, argumentasi mengenai hasil pileg sebagai tiket pencalonan pilpres perlu dilihat kembali dalam konteks sistem pemilu yang berlaku saat ini.
Meski menilai alasan tersebut kurang tepat, Deddy tidak menutup ruang pembahasan mengenai pemisahan jadwal pileg dan pilpres. Menurutnya, wacana tersebut tetap dapat didiskusikan karena terdapat pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai kompleksitas penyelenggaraan kedua pemilu apabila dilakukan secara bersamaan.