Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Hanteru Sitorus menegaskan sekolah kedinasan harus menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak aparatur negara berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik.
Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Sumedang, Jawa Barat, Indonesia, dikutip Senin (16/3/2026).
Sebagai pamong praja tentu kita bicara civic values, civic culture kalau tidak dari situ berangkatnya maka yang terjadi adalah apa namanya, bos-bos kecil ya bukan pelayan rakyat, tapi yang minta dilayani oleh rakyat, kata politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.
Dalam pandangannya, sekolah kedinasan seperti IPDN seharusnya menjadi tempat pembentukan pamong praja yang benar-benar memahami tugas sebagai pengurus sekaligus pelayan masyarakat. Ia menilai istilah pamong praja harus dimaknai sebagai aparatur yang bekerja untuk kepentingan publik, bukan sebagai pejabat yang menuntut untuk dilayani.
Deddy menilai pendidikan di sekolah kedinasan perlu menempatkan nilai-nilai kewargaan (civic values) dan budaya pelayanan publik (civic culture) sebagai fondasi utama dalam proses pembelajaran. Menurutnya, nilai tersebut harus ditanamkan sejak awal agar para calon aparatur negara memiliki mentalitas melayani.