Demi Maksimalkan Pelayanan Masyarakat, Pemkab Sleman Nilai WFH Belum Mendesak

Mobilisasi pegawai di lingkungan Pemkab Sleman saat ini belum memerlukan skema WFH satu hari sepekan.
Minggu, 17 Mei 2026 13:55 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Wacana Pemerintah Pusat untuk mengkaji kebijakan Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan guna menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik Timur Tengah, menuai respons beragam di daerah.

Pemerintah Kabupaten Sleman misalnya, menyatakan bahwa kebijakan tersebut belum mendesak untuk diterapkan di wilayahnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengungkapkan bahwa berdasarkan arahan Bupati Sleman, mobilisasi pegawai di lingkungan Pemkab Sleman saat ini belum memerlukan skema WFH satu hari sepekan.

Baca:Ganjar-Mahfud Janji Bakal Mencetak Tenaga Kerja Terampil

Menurutnya, mayoritas domisili Aparatur Sipil Negara (ASN) Sleman berada tidak jauh dari lokasi kantor, berbeda dengan kota-kota besar, sehingga penghematan energi yang dihasilkan diprediksi tidak signifikan.

Baca juga :